17 Februari 2012

Dikunjungi Classmates di Kotaku

After singgah di Surabaya kemarin, aku pun sampai di rumah dengan suka cita. Malang, i coming!! Kali ini aku menginginkan quality time meski belum berhasil 100% menjadi quality time sungguhan. Aku berusaha memfilter pertemuan-pertemuan atau sekedar jalan-jalan dengan rekan-rekan di Malang. Rencananya biar bisa menjadi quality time with family. Aku memutuskan untuk mengajak adekku yang paling unyu-unyu ini jalan-jalan. Itung-itung membahagiakannya karena lama ditinggal kakaknya merantau.


Beberapa hari setelah aku tiba di Malang, teman-teman kuliahku datang juga mengunjungi rumah mungilku. Ada ema, luti, rasyid, panda, ipeh dan tentunya bertemu lagi dengan mas dondik. 

Hari pertama di rumah, kita nyoba untuk kuliner tapi buatan sendiri. Lumpia basah dengan dipandu oleh master cheef kita, Lutiana. She's my little mom in Jakarta. Bahan-bahan sudah disiapkan dan mulailah kita meramunya menjadi sajian yang lezat (semoga memang benar-benar lezat). Kulit lumpia terbuat dari tepung terigu sedangkan isinya terbuat dari campuran tumis toge, wortel dan juga irisan daging ayam. 
isi lumpia
Hanya menunggu beberapa menit saja, sajian bisa dipastikan habis. Ntah karena benar-benar lezat atau hanya sekedar penunjang perut karena rasa lapar. Ah, itu tak penting, yang terpenting makanan ini ludes tak bersisa.
***
  
Sorenya kami memutuskan untuk ke Toko Oen, yang berada di daerah alun-alun kota Malang. Ini juga menjadi tempat favorit selain Zangrandy sebagai referensi toko es krim yang legendaris. Toko Oen ini warisan Belnda dan budayanya juga masih sangat dipertahankan. Ia tidak mengikuti modernisasi zaman karena ingin melekatkan ke-Belanda-annya di masyarakat. Menu-menu yang disajikan sebenarnya bukan hanya es krim. Banyak makanan berat yang lain yang semuanya disajikan dalam bahasa Belanda. Ini merupakan keunikan tersendiri. Aku pun teringat akan candle light dinner pertamaku dengan Langit Biru, yang juga di tempat ini dan menghasilkan mimpi tentang #5pendekar dan #Amsterdam.

Es krim yang kami pesan sengaja bervariasi agar bisa saling mencicipi, hheee. Ada Roccoco, Domino, Sonny Boy dan Cocktail. Hhmm, senangnya ada banyak es krim di depan mata yang siap di makan. Es krim yang paling heboh menurut versi kami adalah Sonny Boy karena terdiri dari beberapa warna dan rasa dalam satu sajian cup. Sedangkan yang lain hanya satu rasa saja.
Aku memilih Domino yang bentuknya seperti kue lapis. Sebenarnya alasan waktu itu karena aku ingat candle light dinner itu dan beberapa waktu yang lalu ia juga mengajakku ke es krim Domino yang katanya juga cukup fenomenal di daerahnya. Rasanya ada mint yang bercampur manis. Teksturnya sedikit kasar, tidak seperti es krim populer ala Walls atau Campina. 

Ada yang menarik juga, coba lihat dari segi packagingnya, ia masih menggunakan piring tradisional seperti yang dipunyai oleh nenekku di rumah. Biasanya justru akan mengikuti gaya-gaya urban atau eropa dalam menyajikannya tetapi inilah yang membuatku menyukai tempat ini. Ia bukan hanya menjual es krim atau makanan yang ada di dalam menu resto tetapi ia juga menjual sejarah sehingga jika masuk ke dalam Toko Oen maka akan terasa berada di zaman-zaman toko ini didirikan. Ia masih mempertahankan sejarah itu.
Selanjutnya perjalanan kami lakukan ke daerah Universitas Muhammadiyah Malang. Tepat di depannya ada sebuah tempat makan yang selalu ramai dikunjungi oleh pelanggannya. Niat awalnya, ingin kuliner dengan mencoba cuimie, tapi ntah kenapa malah ke arah Landung Sari. Hujan rintik-rintik tetap turun teratur. Nama tempat tersebut, Assalammu’alaikum. Ini berkat usul dari salah seorang teman Luti yang juga kebetulan ikut bergabung. Tempat ini sangat terkenal menurutku apalagi di kalangan mahasiswa karena target utamanya saja sebenarnya adalah mahasiswa-mahasiswa dari kampus putih itu. Menu yang disini dijual dengan harga yang sangat murah (jika dibandingkan dengan pola hidup di Jakarta). Hal ini juga kelebihan yang dimiliki oleh tempat makan berlantai dua ini. Pengunjungnya selalu ramai, saling beerbut tempat karena kebanyakan yang datang kesini merupakan rombongan bukan hanya berdua atau bertiga orang.
 ***

Esok harinya, salah satu temanku, ngotot ingin ke Bromo. Aku pun menolaknya karena banyak alasan. Awalnya, aku memang sudah kesana sebelum mereka datang tapi yang selanjutnya alasan berasal dari cuaca yang memang tidak mendukung dan waktu yang mepet. Apalagi yang ingin kesana hanya 3orang sehingga membuat sewa jeep itu akan lebih mahal. Alternatif yang memang paling memungkinkan saat itu adalah Cangar, di Batu. 

Dengan tiga sepeda motor kami menuju tempat dingin yang ada di sekitar kawasan guning Panderman dan Arjuno ini. Gerimis pun tidak mengurungkan niat kami untuk berangkat. Pemandangan yang cukup membuat teman-temanku terkejut saat mulai memasuki daerah Batu, melewati kelokan di bukit-bukit yang hampir mirip puncak Bogor ini. Pohon apel ada dimana-mana ditambah hawa dingin yang semakin menyerang. Dengan tiket seharga Rp 3.000/orang, kami masuk. Tidak semuanya berendam air panas karena memang cuaca yang tidak bersahabat. Hanya mas Dondik dan Panda yang menenggelamkan tubuhnya ke air panas itu. Tak disangka ternyata hujan semakin deras sehingga membuat kami harus menunggu sejenak untuk pulang. Di temani dengan pisang goreng yang hangat, keadaan dirasa tidak terlalu buruk dengan riuh renyah canda tawa.
 Pulangnya, aku pun menuruti keinginan teman-teman yang ingin membeli apel asli Batu itu untuk dibawa ke Jakarta. Kami berhenti di salah satu kios yang masih berada di kawasan bukit dan mulai memilih-milih. Penjualnya saja sampai terheran-heran melihat kelakuan kami yang mungkin sedikit aneh. Maklumlah, teman-temanku memang baru pertama kali ke Malang dan berkunjung ke Batu yang punya sebutan kota Apel ini. Pohon apel yang mungkin baru pertama kali dilihat dengan mata telanjang, apel segar yang benar-benar baru saja dipetik membuat mereka photo addict dengan apel-apel itu.
bersama orang tua tercinta-ku

 Dan foto-foto ini adalah hari terakhir di Malang sebelum ke stasiun, kembali ke tanah Perantauan Jakarta. Semangat!!
Rasyid, Ipeh, Ema, aku, Panda dan mas Dondik 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar