25 Februari 2012

Workshop "Ngartun Yuuuk"

Kembali lagi dengan cerita yang menyenangkan. Hari ini aku bersama Thek mung dan Iwan mengisi workshop “Ngartun yuuuk” di Sekolah Smart Ekselensia Indonesia yang terletak di Bogor. Kami bertiga dari Canda Rupa berangkat dari Mampang melewati rute Lebak Bulus, Parung dan berakhir di lokasi tujuan. Target peserta workshop kali ini adalah siswa kelas 1 dan 2 SMP yang diperkirakan berjumlah 50 orang. Sekolah ini memberikan beasiswa penuh untuk peserta didiknya yang kesemuanya adalah laki-laki. 

Kami memulai workshop ini dengan mengajak siswa-siswa melemaskan tangan terlebih dahulu serta memulai perkenalan satu per satu karena notabenenya mereka semua berasal dari wilayah Sumatra sampai Papua. Yang pasti pemandangan ini membuat keunikan tersendiri, bisa mengamati karakteristik setiap orang yang didasarkan pada daerah asalnya. Setelah materi selesai diberikan, kami memulai untuk workshop menggambar.
Adik-adik ini sangat antusias mengikuti workshop. Apalagi sebelum acara dimulai kami sebagai pematerinya memang sengaja memutar beberapa film animasi agar mereka punya gambaran bagaimana kartun itu bisa digambarkan. Sesuai dengan materi yang dijelaskan bahwa gambar kartun terdiri dari beberapa kategori yaitu kartun GAG, ilustrasi, karikatur, komik, editorial kartun atau yang sering disebut sebagai kartun kontemporer, kartun strip dan yang lainnya. Kami memulai untuk menggambar bebas terlebih dahulu pada sesi awal. Bermacam-macam ide yang kemudian mereka tuangkan dalam bentuk visual. Yaa, memang sejak awal kami selalu menekankan “jangan takut menggambar, berfikirlah out of the box” karena dengan menggambar kita juga bisa mengekspresikan apa yang sebenarnya logika tak bisa menjelaskan. Sesuatu yang sepertinya tak mungkin terjadi tapi jika kita mau menggambarkannya lewat kartun, yaa bisa-bisa saja untuk terjadi dalam ekspresi visual. Bisa dikatakan kartun itu juga anti logika.
Kami memberikan contoh melalui visual yang digambar di white board, adik-adik pun mencermati dengan seksama kemudian menuangkan ide-ide mereka. Dengan memberikan kebebasan kepada mereka untuk menggambarkan apa yang mereka suka atau mereka kehendaki, aku rasa ini bisa mengembangkan kreativitas mereka. Jika saja masih awal pembelajaran tapi kita menuntut begini begitu mungkin yang ada malah rasa takut dan kelas menjadi tidak nyaman. Secara umum gambar yang mereka hasilkan bagus-bagus lho. Memantau aktivitas ini sangat menyenangkan, tingkah laku mereka yang masih malu-malu dicampur dengan kreatifitas goresan tangan yang sangat karakteristik pada setiap siswa. Setelah sesi menggambar ini selesai, kami akan menunjuk beberapa siswa untuk maju menerangkan gambarnya. Yaa, hasilnya juga menakjubkan. Ide mereka sangat fantastis di umurnya. Rasa bahagia menyelimuti, sungguh luar biasa efek berbagi dengan tulus.

Kemudian dilanjutkan dengan menggambar sesi 2 yaitu kartun GAG. Mereka diarahkan untuk mencari ide apapun yang lucu yang pernah dialaminya. Mereka juga tidak kalah antusias di sesi ini. Memandu mereka adalah hal yang perlu dilakukan agar kreatifitas dan bakat yang mulai bermuculan memiliki wadahnya. Bermacam-macam ide muncul mulai dari kejadian kentut ketika mengaji, bendera merah putih yang sudah bosan berkibar sampai beberapa siswa yang mencoba kabur dari asrama dengan memanjat pagar.
adik-adik menjelaskan konsep gambarnya
Di sesi ini pun sama, kami akan meminta beberapa siswa untuk maju menerangkan konsep gambarnya. Mereka sangat menyayangkan karena workshop harus segera diakhiri. Waktu yang disediakan sudah habis mengingat saking asyiknya bermain dengan menggambar membuat lupa waktu. Di akhir acara, thek Mung membagikan beberapa gantungan kunci angry bird untuk siswa-siswa yang tadi sudah berani menerangkan karyanya di hadapan teman-temannya. Ini adalah wujud apresiasi kami sebenarnya.
Dengan ilmu yang kami punya, kami mencoba untuk berbagi dengan sesama. Semoga semuanya bermanfaat dan sampai ketemu di workshop selanjutnya :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar